Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Senin, 18 September 2017

Reaksi Tubuh Ketika Permen Karet Tertelan





Liputan6.com, Jakarta Pernahkah Anda menelan permen karet tanpa sengaja? Sebagian besar dari kita diperingatkan agar tidak menelan permen karet. Umumnya, kita takut permen karet terjebak di dalam perut dan tidak pernah keluar. Permen karet memang diciptakan tidak untuk ditelan.
Permen karet mengandung pewarna, gula atau pemanis, wewangian, lemak, resin, lilin, elastomer, dan pengemulsi. Saat permen karet tertelan, lever yang pertama kali memproses warna, pengawet, serta zat lain dalam permen karet sebelum terjadi alergi.

Meski ketika tertelan permen karet tidak benar-benar menempel, tetap saja berisiko bagi kesehatan.
Apa yang terjadi di dalam tubuh jika Anda menelan permen karet? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari laman Boldsky, Jumat (15/9/17).

Apa yang terjadi saat permen karet berada di perut?

Saat mencapai perut, asam di perut Anda, hydro chloric acidmemisahkan bahan tertentu yang digunakan dalam permen karet. Umumnya gula, pelembut seperti gliserin, dan zat penyedap seperti minyak peppermint akan dipisahkan. Setelah mencapai usus, itu akan keluar dari sistem tubuh. Tubuh membutuhkan 25-26 jam untuk menghilangkan permen karet dari sistem tubuh.
Jika tubuh Anda gagal menghilangkannya dalam sehari, segera konsultasikan dengan dokter, terutama jika suhu tubuh Anda meningkat di atas normal. Tekanan darah Anda juga akan meningkat jika tubuh merasa sulit menangani permen karet yang tertelan. 

Gejala setelah menelan permen karet

Diare, muntah, dan mual adalah beberapa tanda tubuh Anda sedang mencoba untuk menyingkirkan permen karet.
Beberapa orang mungkin juga mengalami ruam dan sensasi gatal. Bahan dalam permen karet bisa menyebabkan reaksi alergi tertentu. Karena itu, berkonsultasilah dengan dokter jika tubuh Anda dirasa gagal mengatasi reaksinya.



sumber : www.liputan6.com

Nutrisi dan Jenis Makanan yang Dibutuhkan Anak Masa Puber





Masa puber adalah masa peralihan anak-anak menjadi remaja. Pada masa ini anak-anak akan mengalami perubahan fisik dan psikis, fungsi seksual pun mengalami pematangan. Masa puber biasanya terjadi pada usia 8 – 10 tahun, atau ada juga beberapa anak yang mengalami masa puber lebih terlambat yaitu pada usia 15 – 16 tahun.

Kapan pun masa puber itu terjadi, Anda sebagai orangtua sebaiknya lebih peduli pada perkembangan fisik dan psikis anak-anak Anda pada usia puber. Tentu Anda tidak ingin anak-anak Anda menjalani masa ini sendirian tanpa mendapat perhatian dari Anda bukan?
Selain kondisi psikis yang perlu diperhatikan, Anda juga dapat membantu anak-anak Anda tetap tercukupi kebutuhan nutrisinya demi perkembangan fisik dan fungsi seksualnya.
Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya Anda berikan pada anak-anak Anda demi memenuhi kebutuhan nutrisi masa pubernya. Apa saja jenis makanan itu? Simak artikel berikut.


PRODUK SUSU

Produk susu yang dimaksud di sini adalah susu itu sendiri, yogurt, keju hingga es krim. Susu mengandung kalsium dan vitamin D yang memberikan banyak manfaat untuk anak-anak Anda di usia puber.
Anak-anak pada masa puber membutuhkan kalsium setidaknya  1300 miligram per hari untuk membantu membentuk jaringan tulang. Sementara vitamin D dibutuhkan sebanyak 600 miligram per hari demi menguatkan tulang. Seperti yang kita ketahui, nutrisi untuk tulang sangat dibutuhkan anak-anak pada usia tersebut. Jika ingin menambah tinggi badan anak pun memberinya cukup nutrisi kalsiumnya pada usia puber. Semua kebutuhan nutrisi tulang itu bisa didapatkan dengan mengonsumsi susu dan produk olahan susu setiap hari.


MAKANAN BERPROTEIN TINGGI

Remaja usia puber sangat membutuhkan asupan protein yang cukup demi memaksimalkan pembentukan dan pertumbuhan jaringan otot. Berbeda jenis kelamin, ternyata berbeda pula kebutuhan proteinnya. Anak laki-laki yang sedang mengalami masa puber membutuhkan setidaknya 52 gram per hari, sementara anak perempuan membutuhkan 46 gram protein setiap harinya dalam masa puber.
Asupan protein bisa Anda berikan dengan mengajak anak-anak Anda banyak memakan makanan seperti ikan, daging, telur, udang. Atau kacang-kacangan seperti kacang hijau dan kacang panjang. Selain itu, sayuran seperti brokoli dan kentang juga dapat membantu mencukupi kebutuhan protein anak Anda.


ZINC DAN ZAT BESI

Seiring bertambahnya aktivitas di usia remaja, gerak aktif anak-anak Anda juga mengalami peningkatan. Adanya interaksi dengan banyak hal baru juga memungkinkan remaja pada usia puber ini menjadi lebih agresif. Hal-hal seperti itu membuat kesehatan tubuh anak-anak Anda rentan terganggu jika Anda tidak memberi perlindungan pada sistem kekebalan tubuhnya.
Zinc dan zat besi dapat membantu anak-anak Anda terhindar dari gangguan kesehatan pada masa puber. Mineral zinc dan zat besi mengandung antioksidan yang berfungsi menangkal zat-zat berbahaya yang dapat merusak jaringan tubuh seperti racun dan radikal bebas. Selain itu mineral zinc juga berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.
Remaja laki-laki membutuhkan setidaknya 11 miligram mineral zinc dan zat besi per harinya, sementara remaja perempuan membutuhkan lebih banyak zat besi dibanding remaja laki-laki karena pengurangan drastis dua mineral tersebut pada masa menstruasi, yaitu sekitar 15 miligram per hari.
Zat besi dapat diperoleh dengan mengonsumsi daging tanpa lemak, seafood, kacang-kacangan dan telur. Sementara mineral zinc dapat diperoleh dengan mmengonsumsi daging ayam, tiram, kacang hijau, jamur, alpukat dan ganggang hijau. Dalam satu gram ganggang hijau kandungan mineral zincnya setara dengan 500 gram buah dan sayuran mengandung zinc.


NUTRISI ESENSIAL DIET

Kebutuhan nutrisi esensial atau nutrisi yang tidak diproduksi oleh tubuh dapat dipenuhi dengan mengonsumsi makanan dan minuman mengandung gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, vitamin dan mineral serta lemak.
Nutrisi esensial terutama nutrisi esensial untuk diet sangat dibutuhkan oleh remaja dalam masa puber untuk mencegah kegemukan seiring kondisi fisik yang mengalami perkembangan dan perubahan. Nutrisi esensial dapat membantu anak Anda menjaga berat badan tubuh atau diet secara sehat.
Protein tinggi, lemak, vitamin dan mineral serta karbohidrat cukup diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi esensial diet ini. Oatmeal merupakan salah satu makanan yang mengandung semua nutrisi lengkap itu. Oatmeal dapat membantu anak-anak Anda diet karena serat dapat membuat kenyang lebih lama. Oatmeal juga dapat mengembalikan energi yang hilang selama anak Anda beraktivitas.
Demikian sedikit rangkuman dari kami tentang jenis-jenis makanan dan nutrisi yang dibutuhkan ketika anak-anak Anda mengalami masa puber. Mengonsumsi jenis-jenis makanan di atas mungkin dapat Anda konsultasikan lebih dulu kepada dokter gizi keluarga Anda, karena tiap anak membutuhkan nutrisi yang berbeda-beda. Selain memerhatikan asupan nutrisinya, Anda juga perlu memerhatikan perkembangan psikis anak-anak Anda dalam masa puber. Apa pun, jangan sampai Anda melewatkan begitu saja tahap-tahap pertumbuhan anak Anda sebab itu sangat berpengaruh untuk kehidupan mereka.


sumber : www.loperonline.com

Aktivitas yang Tanpa Sadar Merusak Kesehatan Mata Anda






MATA adalah salah satu organ vital pada manusia. Apabila seseorang mengalami gangguan penglihatan, maka aktivitasnya akan terhambat. Untuk itu penting merawat dan menjaga kesehatan mata. Tapi terkadang, banyak orang yang melupakan hal ini. Kebanyakan dari mereka hanya fokus pada kesehatan tubuhnya.
Berbagai macam rutinitas yang Anda lakukan mungkin saja memengaruhi kesehatan mata. Dilansir dari Health, Senin (7/8/2017), inilah aktivitas yang tanpa sadar merusak kesehatan mata;

1. Tidur dengan lensa kontak
Kini banyak orang yang memilih menggunakan lensa kontak dibandingkan dengan kacamata. Bila Anda memakai lensa kontak, Anda tidak boleh lupa melepaskannya ketika mau tidur. Lensa kontak yang terbawa tidur bisa menghalangi kornea untuk masuk ke dalam kornea. Bila hal itu terus terjadi berpotensi mengakibatkan infeksi dan ulkus kornea.

2. Melupakan pemeriksaan mata
Idealnya Anda harus memeriksakan kesehatan mata paling tidak sekali setahun. Tapi sayangnya, banyak orang yang pergi ke dokter mata apabila matanya sudah bermasalah. Padahal, rajin memeriksakan mata membuat dokter lebih mudah untuk mengatasi masalah yang mungkin saja timbul seperti tumor atau pembuluh darah yang rusak. Kondisi itu tentunya tidak bisa dideteksi sendiri.

3. Menggunakan eyeliner
Penggunaan eyeliner di bagian dalam bawah bulu mata berisiko membawa bakteri masuk ke mata. Sebab, partikel yang ada di eyeliner bisa saja bercampur dengan air mata. Untuk amannya, Anda bisa menggunakan eyeliner di bagian luar saja.

4. Tidur dengan riasan
Tidak jarang orang langsung tertidur dan lupa menghapus riasan wajahnya karena sudah terlalu letih. Padahal, riasan yang ada di sekitar mata bisa menyumbat kelenjar yang ada di sekitar mata. Untuk itu, jangan lupa untuk selalu membersihkan riasan wajah terutama di bagian mata.

5. Tidak mengecek masa berlaku produk
Orang-orang yang menggunakan lensa kontak akan terbiasa dengan larutan pembersih untuk membuat lensa kontaknya tetap steril. Tak hanya itu, banyak juga yang suka memakai obat tetes mata bila terjadi iritasi. Saat menggunakan larutan pembersih atau obat tetes mata, jangan lupa untuk mengecek masa berlaku produk. Sebab, produk yang kadaluwarsa tidak bekerja secara efektif dan bisa merusak lensa kontak. Bila sudah begitu, masalah pada mata bisa bertambah parah.

6. Terlalu banyak menggunakan obat tetes
Saat mata merah karena iritasi atau hal lain, orang cenderung menggunakan obat tetes mata. Bila mata merah berlangsung dalam waktu lama, Anda jangan terus menggunakan obat tetes mata. Obat itu malah akan membuat mata semakin merah dan memburuk dalam jangka panjang. Ada baiknya segera kunjungi dokter bila mata terus merah padahal sudah diberi obat tetes.


sumber : www.lifestyle.okezone.com




Sabtu, 16 September 2017

Pilihan Camilan Memengaruhi Kesehatan Gigi





Untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, anak perlu makan utama sebanyak tiga kali dan camilan, di antara jam makan, sebanyak dua kali. Pada waktu-waktu makan ini, pilihan makanan sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi anak. Tak hanya itu, pilihan makanan juga sangat memengaruhi kesehatan gigi.
Bagi anak-anak, camilan yang bercita rasa manis dan bertekstur lengket masih digemari. Padahal, saat makanan jenis ini dikonsumsi anak, dalam hitungan dua hingga tiga menit, derajat keasaman di dalam mulut anak akan menurun. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan gigi, sebab dalam kondisi asam, mineral-mineral gigi dapat larut dan hilang, sehingga rentan mengakibatkan gigi berlubang. Sementara, kondisi asam akibat konsumsi makanan manis ini bisa terjadi hingga berjam-jam.
Tak hanya itu, frekuensi dan tekstur makanan yang lembut dan mudah dicerna ternyata juga memengaruhi kesehatan gigi anak. "Makanan jenis ini akan membuat otot-otot mengunyah di mulut tidak terlatih dengan baik sehingga produksi ludah berkurang. Padahal gerakan mengunyah sangat menguntungkan bagi kesehatan gigi karena merangsang aliran kelenjar ludah yang merupakan pembersih alami rongga mulut dan menetralisasi keasaman di rongga mulut," jelas Drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc. dari Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, yang ditemui dalam acara Media Briefing Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2017 di Jakarta (5/9/2017).
Untuk mencegah hal tersebut, orangtua perlu lebih memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi anak. "Hal ini bisa disiasati dengan penyusunan menu sehat. Pemilihan makanan yang tinggi serat dan mengandung kalsium, protein serta rendah gula sangat disarankan," papar Pakar Gizi Keluarga, Leona Victoria Djajadi, MND.
Dalam menjaga kesehatan gigi, anak juga perlu dibiasakan untuk rajin menggosok gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berflouride pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dan berkunjung ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.

sumber : www.1health.id

Nonton Film Horor, Baik Atau Buruk bagi Kesehatan?





KOMPAS.com - Suka nonton film horor? 
Mereka yang menjawab ya, tentunya ingin mendapatkan sensasi berdebar-debar campur ngeri saat menyaksikannya. Jika film itu tidak membuat Anda takut, mungkin Anda justru kecewa. Dari sisi hiburan, film horor memang dimaksudkan untuk menghibur diri. Namun, jika dilihat dari sisi kesehatan, sebenarnya nonton film horor itu baik atau tidak?
Dikutip dari laman WebMD, Glenn Sparks, seorang profesor komunikasi dari Purdue University mempelajari dampak film horor pada fisiologi orang yang menontonnya. Hasilnya, saat Anda menonton film horor, denyut jantung akan meningkat sebanyak 15 kali per menit, telapak tangan berkeringat, suhu tubuh turun beberapa derajat, otot-otot menegang, dan  tekanan darah meningkat.
Semua ini mungkin akibat dari respon fight-or-flight, respon yang biasanya terjadi saat Anda stres. Aliran darah ke bagian tubuh lain selain jantung dan otot mungkin akan menurun, sehingga suhu tubuh Anda menurun dan Anda merasa merinding dan ketakutan.
Dari penjelasan tersebut dapat terlihat bahwa melihat sesuatu yang menyeramkan berdampak pada tubuh Anda. Pertanyaannya, baik atau buruk dampak tersebut pada kesehatan?
Beberapa penelitian telah dilakukan untuk melihat dampak menonton film horor bagi kesehatan. Sebagian menunjukkan hasil yang baik untuk kesehatan, tapi sebagian lagi tidak. Bagaimana penjelasannya?

Manfaat nonton film horor bagi kesehatan

1. Membantu membakar kalori

Apakah Anda tahu bahwa menonton film horor dapat membantu Anda membakar kalori? Bagi Anda yang mengalami kelebihan berat badan dan suka menonton film horor, mungkin ini merupakan kabar gembira.
Penelitian yang dilakukan oleh University of Westminster menunjukkan bahwa menonton film yang memicu adrenalin selama 90 menit dapat membakar kalori rata-rata 113 kalori, ini setara dengan kalori yang dibakar saat Anda berjalan selama 30 menit. Semakin menakutkan film yang Anda tonton, semakin banyak kalori Anda yang terbakar selama menonton film tersebut.



Penelitian lain yang memantau denyut jantung, pasokan oksigen, dan keluaran karbon dioksida pada penonton film yang terlibat dalam penelitian juga menunjukkan bahwa denyut jantung penonton terpantau meningkat saat menonton film menakutkan, dan hal ini menyebabkan hormon adrenalin juga meningkat.
Hormon adrenalin dapat meningkatkan tingkat metabolisme tubuh, sehingga energi yang tersimpan dalam tubuh Anda lebih cepat untuk terbakar atau digunakan. Hal ini membuat menonton film horor dapat membantu Anda menurunkan berat badan.

2. Sebagai katarsis

Saat Anda menonton film horor, yang Anda harapkan adalah perasaan takut dan terkejut. Menurut Mark Griffiths, profesor perilaku kecanduan di Nottingham Trent University, hal ini terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena Anda ingin mencari sesuatu yang berbeda yang tidak pernah Anda rasakan di kehidupan sehari-hari Anda.
Selain itu, menonton film horor juga sebagai katarsis, yaitu untuk memberikan pelepasan emosional karena frustasi atau rasa yang terpendam.
Ya, saat Anda sedang stres akan sesuatu, Anda mungkin akan mencari pelampiasan untuk menemukan kesenangan Anda kembali. Nah, salah satunya mungkin bisa Anda temukan dengan menonton film horor, sehingga emosi yang Anda pendam bisa terlepaskan.

3. Meningkatkan kekebalan tubuh Anda

Hal ini mungkin terdengar agak aneh. Bagaimana bisa menonton film horor dapat meningkatkan kekebalan tubuh? Namun, sebuah studi telah yang dilakukan oleh Coventry University telah membuktikan hal tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari partisipan sebelum, selama, dan setelah mereka menonton film horor. Hasilnya adalah kadar sel darah putih meningkat. Sel darah putih biasanya meningkat karena respon terhadap infeksi.
Hal ini juga dibenarkan oleh Natalie Riddell, seorang ahli imunologi di University College London. Ia mengatakan bahwa menonton film horor dapat memicu respon fight-or-flight dan hal ini dapat memicu pelepasan hormon adrenalin, di mana adrenalin dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh Anda.

4. Baik untuk kesehatan otak

Menonton film horor memungkinkan otak Anda untuk melepaskan senyawa kimia seperti dopamin, serotonin, dan glutamat. Hal ini dapat memicu pelepasan adrenalin yang memiliki efek anestesi mirip seperti obat. Ini merupakan hal baik untuk kesehatan mental Anda karena dapat membantu menurunkan stres dan kecemasan Anda.

Dampak buruk menonton film horor

1. Menyebabkan peningkatan risiko pembekuan darah

Penelitian yang dilakukan oleh Leiden University tahun 2015 menunjukkan bahwa menonton film horor dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.
Penelitian ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari 24 orang sebelum dan setelah menonton film horor. Hasilnya, terjadi peningkatan produksi protein pembekuan darah yang disebut dengan faktor VIII, sehingga risiko pembekuan darah juga meningkat.




Namun, menonton film horor tidak berkaitan dengan faktor pembekuan darah lainnya. Sehingga, hal ini menunjukkan bahwa rasa takut sementara dapat memicu pembekuan darah, tapi tidak dapat menyebabkan pembentukan gumpalan darah.
Peneliti menambahkan bahwa pembekuan darah dalam merespon ketakutan mungkin terjadi sebagai cara tubuh untuk mengantisipasi kehilangan darah berat selama situasi berbahaya.
Jadi, menonton film horor tidak benar-benar dapat membahayakan kesehatan Anda. Respon peningkatan pembekuan darah tampaknya normal terjadi saat Anda merasa ketakutan yang dipicu oleh menonton film horor.

2. Meningkatkan risiko masalah jantung pada individu tertentu

Bagaimanapun, film horor mungkin dapat menyebabkan seseorang meninggal karena ketakutan, terlebih lagi jika ia sudah memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.
Ketakutan atau stres saat menonton film horor dapat menyebabkan peningkatan produksi hormon adrenalin. Hal ini menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga jantung harus bekerja lebih keras dan lebih cepat untuk memompa darah.
Jika seseorang sudah mempunyai masalah pada jantungnya dan mengalami ketakutan saat menonton film horor, maka peningkatan hormon adrenalin dapat membahayakan kesehatannya.
Seorang ahli jantung dari University of Maryland pada tahun 2015 juga menemukan bahwa menonton film horor dapat menyebabkan endotelium (jaringan pada dinding pembuluh darah) menyempit. Hal ini kemudian menyebabkan menurunnya aliran darah dan meningkatnya tekanan darah. Ini juga merupakan akibat dari hormon adrenalin.
Jadi, jika akhir pekan ini Anda berencana menyaksikan seramnya badut Pennywise dalam film “It” pertimbangkanlah kondisi Anda. Jangan sampai ingin mencari hiburan tapi mendapatkan masalah kesehatan.


sumber : www.kompas.com